Inti dari cerita ini adalah jangan langsung mengatkan apa yang kita lihat atau perbuat, namun pikirkanlah dulu perkataan tersebut, apakah itu menyakiti hati orang lain atau tidak.
By : Angelica Christina-7B)















Pemimpin yang ideal tu yang gimana ya…? Pertanyaan ini sering banget muncul di benak kita. Paling gak, waktu kita debat di sekolah jawabannya seru… banget! Ada yang bilang pemimpin tu (boleh cowo ato cewe) yang smart, gak gaptek, jiwa sosialnya tinggi, ramah, low profile, de el el. Yang gak kalah penting n mesti kudu harus adalah pemimpin yang bisa jadi teladan…caile…Ya iya lah..
Bisa gak ya kita jadi pemimpin di umur yang masih ABG gini? Ya bisa lah…Kita udah buktiin waktu kita ikutan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS di Ngalian. Acaranya seru abis…! Sebelum kita lolos jadi peserta LDK, kita mesti ikutan seleksi yang super ketat gitu. Waktu itu hampir separo temen yang ikutan daftar gugur dengan rela karena gak berani tantangan.Wkwkwkwkwk…
Akhirnya yang ikutan ada 21 orang,tapi kami tetep semangat. Lewat pendamping dan pembimbing, kami didampingi dalam mengikuti materi yang semuanya gak bikin boring coz dikemas dalam bentuk survival, problem solving,dan lain-lain. Yang paling seru tu waktu kami masuk materi manajemen konflik. Beberapa temen sempat takut bahkan ada yang nangis karena kami mengira konflik di antara kami beneran, bukan dikondisikan.
Kami juga mesti negosiasi untuk ngedapetin kebutuhan yang kami perlukan dalam bertahan hidup selama dua hari. Selain itu kami juga mesti nyediain makan sendiri. Pengalaman ini berharga banget buat kami karena di akhir acara, kami jadi ngerti banyak hal, diantaranya visi, misi, semangat, kerja sama, solider, cerdas, peka, otentik, dan yang paling penting adalah kemampuan untuk merencanakan, mengatur, mengambil keputusan, berbicara, dan cerdas dalam menyikapi setiap persoalan.
Selain semua itu, ternyata bener ya..jadi pemimpin yang baik itu gak cukup dengan cerdas aja. Pemimpin yang baik mestinya bisa jadi teladan. Kapan ya
(Cara anak muda peduli diri dan lingkungan pada Yubileum 75 th Suster-suster PI di Indonesia)
Menurut Suster Baptista PI selaku koordinator kegiatan, “Amazing Race” ini merupakan jawaban orang muda terhadap situasi lingkungan dan salah satu cara untuk membantu kaum muda menjadi pribadi yang cerdas, otentik, solider, dan beriman. Selain itu suster menyadari bahwa orang muda memiliki kekuatan besar untuk melakukan suatu gerakan baik yang mengarah ke perkembangan positif maupun negatif. Kelompok orang muda sangat mudah menciptakan pengaruh kepada anak muda yang lainnya. Untuk menangkap pengaruh yang positif sehingga bersinergi dengan yang lain, maka kegiatan ini menjadi wadah yang dirancang melalui acara yang mengena, menarik, dan berkesinambungan.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 27-29 Juli 2009 di kompleks susteran Bongsari dan diawali dengan perayaan ekaristi bersama Romo B Edi Wiyanto Pr di aula Gereja St. Theresia pukul 18.00.
Amazing race dilaksanakan melalui rute kompleks susteran Bongsari, Griya Paseban, Kompleks Klenteng Sam Poo Kong, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Pemuda, Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia Gang Pinggir, dan Telkom.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 150 siswa ini, siswa dibagi menjadi 15 kelompok. Mereka diminta untuk melalui rute yang sudah ditentukan dengan tugas tertentu pada setiap pos yang dilalui. Tugas itu antara lain melakukan wawancara, membeli dan menjual barang, mengolah barang bekas, membantu orang lain yang membutuhkan, dan lain-lain.
Semua siswa mengendarai sepeda masing-masing dan harus mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kekompakan, kerja sama, kreativitas, kemandirian menjadi hal yang sangat penting dalam “Amazing Race” ini terlebih karena mereka harus bergabung dengan siswa dari sekolah berbeda.
Amazing Race yang dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 16.00 ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi peserta. Meskipun mereka baru pertama kali makan nasi bungkus daun jati, bersepeda keliling kota Semarang, masuk pasar tradisional, menjual barang, dan membuat barang dari bahan bekas, kegiatan itu benar-benar diikuti dengan sungguh-sungguh. Wajah-wajah ceria tetap tampak di tengah cucuran keringat saat menyelesaikan tugas ini.
Malam harinya siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan tersebut dengan mengambil nilai-nilai hidup yang bisa diterapkan dalam realitas kehidupan masing-masing pribadi.
Hari ketiga juga tak kalah seru. Perjumpaan dengan Ibu Anne Avantie yang memacu mereka untuk menjadi enterpreuneur di masa depan. Terlebih ketika Pak Rizal juga membawakan session menarik tentang hypnotherapy. Benar-benar amazing!
Kegiatan ini juga terselenggara melalui kerja sama dan kemurahan hati berbagai pihak terutama rekan-rekan muda mahasiswa katolik di kota Semarang, PLN, SMP Kebon Dalem, SMP Marsudi Utami dan beberapa SMP Negeri di kota Semarang.
(By Christiana Ety H., S.Pd)
Testimoni :
Seru, asyik, kreatif, capek….campur-campur tapi keren.. (Pak Rudy, Guru SMP Kebon Dalem)
Recycle..Resycle…! bikin bumi kita lebih enjoy..acaranya enjoy abis..!(Bu Sri S, Guru BK)
Antusiasme peserta sangat membanggakan….! Tetep semangat!( Pak Yoseph,Kepala Sekolah)
Bentuk kepedulian kaum muda yang terus dipupuk akan menghasilkan buah yang indah. Selamat bergabung! (Sr Baptista, PI)
Gilaa…! Tak gendong sepedaku kemana-mana…Mantep to? (Dioni, Siswa)



Baru – baru ini SMP Kebon Dalem berhasil meraih juara ke 2 dalam kejuaraan Basket UDINUS CUP 8 tingkat SMP se Jateng yang dilaksanakan pada tanggal 8-15 Agustus 2009.
Dan salah satu pemainnya yaitu Tan Niko Wibowo terpilih sebagai Small Forward (Penyerang) Terbaik.
Ayo siapa mau dukung dan bergabung dengan Extra Basket biar lebih maju lagi, bagi yang ingin masuk Team harus giat berlatih dan belajar agar menjadi pemain yang berprestasi.





Siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMP KEBON DALEM habis Study Tour loh Ke Pulau Dewata tanggal 12 Juni - 16 Juni kmrn, Bali. Asyik n seru loh ( lihat aj sebagian pict yang kami abadikan ).